Selasa, 28 Juni 2016

MASALAH POKOK PEREKONOMIAN INDONESIA



A.    JENIS-JENIS PENGANGGURAN





1)  Pengangguran Friksionil, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih mengganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yang lebih baik.

2)  Pengangguran Struktural, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan, karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usaha, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.

3)  Pengangguran Siklikal, yakni pengangguran yang terjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh, dikarenakan kemunduran dan resesi ekonomi. Sehingga ini mirip dengan pengangguran struktural, hanya pada pengangguran jenis ini, kejadiannya adalah lebih meluas dan menyeluruh.

4)  Pengangguran Musiman, yakni pengangguran yang terjadinya dipengaruhi oleh musim. Jenis pengangguran ini sering terjadi pada sektor pertanian. Misalnya ketika masa tanam dan panen, mereka berbondong-bondong bekerja dan setelah masa tersebut mereka kembali tidak memiliki pekerjaan.

5)  Pengangguran Tidak Kentara, yakni pengangguran yang secara fisik dan sepintas tidak kelihatan, namun secara ekonomi dapat dibuktikan bahwa seseorang tersebut sesungguhnya menganggur.

B.     BEBERAPA RASIO-RASIO UNTUK MENGHITUNG TINGKAT PENGANGGURAN




1)  Dependency Ratio, rasio ini menggambarkan seberapa besar beban secara ekonomi yang sebenarnya ditanggung oleh penduduk usia kerja terhadap penduduk di luar usia kerja. Indikator ekonomi ini dipergunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat beban atau ketergantungan penduduk yang tidak produktif terhadap penduduk yang produktif. Semakin tinggi nilai rasio ini semakin besar pula beban yang harus ditanggung oleh penduduk yang produktif (dapat menghambat proses menuju kemakmuran secara menyeluruh). Formulasi dari rasio ini adalah :

DR = Penduduk usia kerja dibagi penduduk diluar usia kerja

2)  Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, adalah rasio yang mengukur seberapa besar dari penduduk yang berada dalam usia kerja yang benar-benar merupakan angatan kerja. Indikator ini dipergunakan untuk mengetahui sejauh mana prosentase penduduk yang telah memiliki usia kerja telah bekerja/produktif. Semakin tinggi hasil perhitungan indikator ini, semakin baik pula keadaannya. Formulasi dari rasio ini adalah :

TPAK = (Angkatan kerja / Penduduk usia kerja) X 100%


C. PEMBAGIAN INFLASI DARI SUDUT PANDANG YANG BERBEDA DARI PARA AHLI EKONOMI




v Jika dilihat dari parah tidaknya, atau besar kecilnya inflasi yang muncul, inflasi dapat dibagi dalam :

          1)       Inflasi ringan jika nilainya berkisar        0% s/d 10%
          2)       Inflasi sedang jika nilainya berkisar     10% s/d 30%
          3)       Inflasi berat jika nilainya berkisar       30% s/d 100%
          4)       Hyperinflasi jika nilainy                      > 100%

v Jika dilihat dari sebab-sebab kemunculannya dibagi dalam :

1)  Inflasi karena naiknya permintaan, yakni inflasi yang terjadi karena adanya gejala naiknya permintaan secara umum, sehingga sesuai dengan hukum permintaan maka hargapun secara umum akan cenderung naik. Proses terjadinya dapat dilihat dari grafik berikut :




2)  Inflasi yang terjadi karena naiknya biaya  produksi, terjadi jika kecenderungan naiknya harga diakibatkan karena naiknya biaya produksi, seperti naiknya upah tenaga kerja, naiknya harga bahan baku dan penolong, dan sejenisnya. Jika ini yang terjadi akibatnya adalah lebih buruk dari inflasi yang disebabkan karena naiknya permintaan masyarakat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut :




3)  Inflasi yang berasal dari dalam negeri, adalah inflasi yang terjadi dikarenakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam negeri, seperti misalnya peredaran uang di dalam negeri yang terlalu banyak.

4)  Inflasi yang berasal dari luar negeri, inflasi yang terjadi di negara lain seringkali merembet ke negara Indonesia. Proses terjadinya diawali dengan masuknya komoditi impor yang telah terkena inflasi (harga naik) di negara asalnya. Sehingga komoditi impor tersebut kita beli dengan harga yang mahal pula. Jika kemudian komoditi tersebut kita olah sebagai bahan baku untuk untuk sebuah produk, maka tentu harga produk tersebut akan menjadi mahal. Dengan demikian semakin banyak kita mengimpor komoditi-komoditi yang terkena inflasi di negara asalnya maka semakin terbuka kemungkinan terjadinya inflasi di Indonesia.

D.    DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI INFLASI




Dampak Positif :

1.  Inflasi yang terkendali menggambarkan adanya aktivitas ekonomi dalam suatu negara.

2.  Inflasi terkendali merangsang masyarakat untuk terus berusaha bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraannya, agar tetap dapat mengikuti penurunan nilai riil pendapatannya.

Dampak Negatif :

1.  Inflasi akan menjadikan turunnya pendapatan riil masyarakat yang memiliki penghasilan tetap. Karena dengan penghasilan yang tetap mereka tidak dapat menyesuaikan pendapatannya (menaikkan pendapatannya) dengan kenaikan harga yang disebabkan karena inflasi.

2.  Inflasi menyebabkan turunnya nilai riil kekayaan masyarakat yang berbentuk kas, karena nilai tukar kas (uang misalnya) tersebut akan menjadi lebih kecil, karena secara nominal (sesuai angka yang tertera di mata uang) harus menghadapi harga komoditi persatuan yang lebih besar.

3.  Inflasi akan menyebabkan nilai tabungan masyarakat menjadi turun, sehingga orang akan cenderung memilih menginvestasikan uangnya dalam aktiva yang lebih baik, dari pada menabungkannya ke bank.

4.  Inflasi akan menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia terhambat, sebagai contoh, dari sektor perdagangan luar negeri, maka komoditi ekspor Indonesia menjadi tidak dapat lagi bersaing dengan komoditi sejenis di pasar dunia.


Sumber :

Buku Perekonomian Indonesia Diktat Gunadarma Hal, 92, 93, 96, 98

Rabu, 15 Juni 2016

JENIS-JENIS UANG, IHK, PDB HARGA BERLAKU DAN PDB HARGA KONSTAN


A. JENIS-JENIS UANG

1. Uang Kartal

Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.

2. Uang Giral 

Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.

3.Uang Kuasi

Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.


B. INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK)

Indeks harga konsumen (bahasa Inggris: consumer price index) adalah nomor indeksyang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (household). IHK sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun, dan kontrak lainnya. Untuk memperkirakan nilai IHK pada masa depan, ekonom menggunakan indeks harga produsen, yaitu harga rata-rata bahan mentah yang dibutuhkan produsen untuk membuat produknya. Untuk mengukur tingkat harga secara makro, biasanya menggunakan pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Indeks (CPI). Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat diartikan sebagai indeks harga dari biaya sekumpulan barang konsumsi yang masing-masing diberi bobot menurut proporsi belanja masyarakat untuk komoditi yang bersangkutan. IHK mengukur harga sekumpulan barang tertentu (sepertti bahan makanan pokok, sandang, perumahan, dan aneka barang dan jasa) yang dibeli konsumen.
Indeks harga Konsumen (IHK) merupakan persentase yang digunakan untuk menganalisis tingkat/ laju inflasi. IHK juga merupakan indikator yang digunakan pemerintah untuk mengukur inflasi di Indonesia.

Formula Laspeyres
Indeks harga Laspeyres (Lp) di definisikan sebagai rataan aritmatik yang mempunyai bobot terhadap harga relatif yang menggunakan bobot nilai pada periode yang menjadi tahun dasar (misal pada tahun 2000) sebagai bobotnya. Berikut rumus atau formula untuk menghitung indeks harga dengan menggunakan metode Laspeyres.


Formula menghitung indeks harga dengan menggunakan metode Laspeyres
Dari rumus diatas terdapat rumus utama yaitu perkalian antara indeks pertumbuhan harga dengan bobot dari tiap komoditi pada tahun dasar, yaitu tahun tertentu yang telah ditetapkan. Indeks pertumbuhan harga ini dapat dilihat dari rumus pit/pio, yaitu nilai pertumbuhan harga dibandingkan dengan periode sebelumnya. Selanjutnya nilai pertumbuhan harga itu akan dikalikan bobot dari nilai masing-masing komoditi pada tahun dasarnya saja.
Misalnya, diambil tahun 2000 menjadi tahun dasar, maka yang dihitung hanya bobot pada tahun 2000 saja yang dihitung dan akan dijadikan nilai bobot untuk tahun berikutnya. Sehingga nilai indeks harga yang dihasilkan tidak mengikuti perubahan bobot yang seharusnya terjadi tiap tahun, karena bobot yang digunakan adalah tetap, yaitu menggunakan bobot pada tahun dasarnya saja. Nilai indeks harga yang dihasilkanpun lebih smooth gejolaknya, sehingga dapat memudahkan analisis pertumbuhannya.
Formula Laspeyres juga dapat digunakan untuk menghitung indeks volume (Lq). Pertumbuhan (growth) yang dilihat adalah nilai volume/kuantitas/berat bersih dari komoditi ekspor atau impor tersebut. Tujuan perhitungannya juga tidak berbeda dengan perhitungan indeks harga, yaitu agar dapat diketahui pertumbuhan volume riil atau nilai indeks yang sebenarnya di lapangan.
Rumus untuk menghitung indeks volume dengan menggunakan formula Laspeyres adalah sebagai berikut.

Formula menghitung indeks volume dengan menggunakan formula Laspeyres
Periode waktu yang menentukan bobot untuk indeks harga disebut periode dasar, yang dijadikan tahun acuan untuk menjadi bobot.  Seringkali periode tersebut bertepatan dengan referensi periode yang akan dijadikan perbandingan. Rumus atau formula ini dapat di subtitusikan dengan rumus yang telah dijelaskan diatas, dimana vj sama dengan pj x qj.

C.     PDB HARGA BERLAKU DAN PDB HARGA KONS

Menghitung nilai hasil PDB dengan menggunakan harga berlaku dapat memberi hasil yang menyesatkan, karena pengaruh inflasi.  PDB harga berlaku menurut penggunaan menunjukkan produk barang dan jasa digunakan untuk tujuan konsumsi, investasi dan diperdagangkan dengan pihak luar negeri. Untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat, maka perhitungan PDB sering menggunakan perhitungan berdasarkan harga konstan. Hasil perhitungan ini menghasilkan nilai PDB atas harga konstan. Yang dimaksud dengan harga konstan adalah harga yang dianggap tidak berubah.
Untuk memperoleh PDB harga konstan, kita harus menentukan tahun dasar (based year), yang merupakan tahun di mana perekonomian berada dalam kondisi baik/stabil. Harga barang pada tahun tersebut kita gunakan sebagai harga konstan.
Deflator = (Harga tahun t : Harga tahun t-1) x 100%
Manfaat dari perhitungan PDB harga konstan, selain dengan segera dapat mengetahui apakah perekonomian mengalami pertumbuhan atau tidak, juga dapat menghitung perubahan harga (inflasi).

1. Penghitungan PDB Atas Dasar Harga Berlaku

a.       Pendekatan produksi

Menghitung nilai  tambah seluruh kegiatan ekonomi dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing  total nilai produksi (output) tiap-tiap  sektor atau subsektor.
Output b,t                 = Produksit  x Hargat
NTBb,t                  = Outputb,t – Biaya Antarab,t
Atau
     NTBb,t             = Outputb,t   x Rasio NTBo
Output b,t = Ouput/nilai produksi bruto atas dasar harga berlaku tahun t
NTBb,t =Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku tahun ke t
Produksit = Kuantum produksi tahun ke t
Hargat = Harga produksi tahun ke t
Rasio NTB = Perbandingan NTB terhadap Output (NTB/Ouput)
Rasio NTBo  = Rasio NTB pada tahun dasar (o)

b.      Pendekatan pendapatan

PDB Merupakan balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi.
PDB = Upah & Gaji + Surplus Usaha + Penyusutan + Pajak Tak Langsung Neto

c.       Pendekatan pengeluaran

PDB adalah penjumlahan semua komponen permintaan akhir.
PDB =       Konsumsi rumahtangga + Konsumsi Pemerintah + PMTB + Perubahan
stok + (Ekspor - Impor).

2. Penghitungan GDP Atas Dasar Harga Konstan

a.      Revaluasi

Perkalian kuantum produksi tahun yang berjalan dengan harga tahun dasar (tahun 1993) , menghasilkan langsung PDB adhk. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut:
Output k,t = Produksit  x Hargao
NTB k,t       = Output k,t  x Rasio NTBo

b.      Ekstrapolasi

Dengan  cara  mengalikan nilai tahun  dasar  dengan suatu indeks kuantum dibagi 100. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut:
Output k,t  = Output k,o x (IKPt/100)
NTB k,t       = Output k,t  x Rasio NTBo

c.      Deflasi

Dengan cara membagi nilai pada tahun berjalan dengan suatu indeks harga dibagi 100. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut:
Output k,t = Outputb,t /(IHt /100)
NTB k,t       = Output k,t  x Rasio NTBo

Sumber :

buku Perekonomian Indonesia diktat gunadarma



Minggu, 12 Juni 2016

Bang Fai si Orang Miskin yang Kaya


Namanya Bang Fai, orang miskin yang pekerjaannya adalah tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskan diatas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberikan jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya dengan imbalan uang sekedarnya.

Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi, Bang Fai melalang dijalanan, diatas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.

Para pelanggannya sangat menyukai Bang Fai, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bang Fai tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para asongan dan pemuling lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di  gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia bisa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana Bang Fai bisa merebahkan tubuhnya beristirahat, diruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, diruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin di ambilnya di tempat sampah dimana ia bisa makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Dipojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang bisa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubug tua itu bila malam telah menjelang.

Bang Fai sendiri di digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apa ia memiliki sanak saudara sedarah. Tapi tampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong. Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.

Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkan kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.

Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia beristirahat setelah mengantar seorang pelangganya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia 6 tahun yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan menggendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasya . dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar diwajahnya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang di berikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu bergumam, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.

Beberapa kali ia perhatikan aak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong rot kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukan roti itu ke mulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.

Hati Bang Fai tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makananya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan utuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.

“Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya....,” Jawab anak itu.

“Orang tuamu dimana....?” Tanya Bang Fai.

“Saya tidak tahu...., Ayah ibu saya pemulung....Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil....,” Sahut anak itu.

Bang Fai minta anak itu mengantarnya melihat  ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bang Fai semakin merintih melihat kedua adik Wang Ming, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Keduan anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.

Bang Fai tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus oranglain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.
Bang Fai kemudian membawa ketiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bang Fai mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.

Sejak saat itulah Bang Fai menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam dengan semangat untuk mendapatkan uang, dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan membeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.

Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan ditepat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Hmmm.... tapi masih cukup bagus.... gumamnya senang.

Bang Fai mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.

“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini....,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk oranglain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.

Hari demi hari, bualn demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bang Fai menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada Yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu ktak dan menyerahkannya ke sekolah Yao Hua.

Bang Fai mengatakan “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan....,” katanya dengan sendu.

Semua guru di sekolah itu menangis....

Bang Fai wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 (kurs 1300, setara 455 juta rupiah, jika tidak salah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.

Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan “Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luarbiasa”.

Bila SESEORANG yang miskin menyumbang dari kekurangannya, maka ia adalah salah satu yang mengajarkan kita untuk selalu BERSYUKUR dan BERBAGI kepada sesama.

Terimakasih J

Selasa, 07 Juni 2016

FACT STORY

Hi guys semenjak uts aku sudah mulai jarang ngepost lagi nih, mungkin kalian para pengunjungku sudah rindu bergalau ria membaca cerita-cerita yang aku tulis :) 
Langsung aja ya check it out....



Mungkin mudah untuk kalian melihat hidupku dari kaca mata kalian, semua yang ku inginkan selalu terpenuhi apapun itu. Ya mungkin itulah yang selalu aku perlihatkan kepada orang-orang diluar sana, indahnya hidupku, bahagianya menjadi diriku. Tak ada yang mengerti aku selama ini semuanya hanya melihat bahagiaku, melihat aku kuat tanpa tahu betapa rapuhnya aku. Bertahun-tahun ku menahan ini. Membiarkan rasa benci ini tumbuh besar kepada kedua orang tuaku yang ku anggap telah menghancurkan hidupku, membiarkanku dalam kesepian yang teramat sakit ku rasakan, disaat teman – teman seusiaku merasakan indahnya jalan – jalan dengan kedua orang tuanya, aku hanya bisa menatapnya dari jauh dan berharap suatu saat itu akan terjadi padaku.

Dari kecil aku telah merasa jauh dari kedua orang tuaku, ku merasa hidup sendirian didunia ini melakukan apapun yang aku suka tanpa pernah takut mengecewakan siapapun, tak pernah perduli akan malunya orang tua jika yang ku lakukan mendapat cemoohan orang. Yaa, kupikir merekapun tak pernah memikirkan aku, tak pernah sekalipun mereka menanyakan berapa nilaiku hari ini, apa yang terjadi pada hidupku hari ini, adakah hal bahagia yang aku dapatkan, mereka hanya perduli hidup mereka.
Ayah yang entah kemana, Ibu dengan suami barunya, mungkin memang mudah disaat mereka berpisah karena saat itu tak sedikitpun aku mengerti akan indahnya kasih sayang, saat itu yang ku pikirkan hanyalah menangis untuk mendapatkan susu, meminta dot pada Ibu, hanya itu yang ku mengerti. Namun saat ini usiaku mau menginjak 19 tahun bagaimana mungkin aku tak mengerti indahnya kasih sayang yang tak pernah aku rasakan sejak usiaku 3 tahun, disaat Ayah dengan teganya pergi tanpa memperdulikan bagaimana caraku menjadi dewasa.

  v IBU

Mah aku sadar kau adalah wanita yang tegar hingga aku sangat mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri. Kau berusaha agar aku mendapatkan cukup kasih sayang hingga aku tumbuh menjadi anak yang pintar dan selalu mendapat peringkat dikelasku, aku sadar beratnya perjuanganmu membesarkan sodara-sodara tiriku meski kau tak pernah perdulikan aku tapi aku selalu mengerti dan yakin mungkin didalam hati kecilmu, kau juga ingin sekali membahagiakanku.

  v PRIA BRENGSEK

Awalnya sikapnya memang baik padaku, Dia membuatku merasakan Indahnya kasih sayang seorang Ayah. Namun itu hanya 3 tahun pertama, Dia sering mengajakku jalan – jalan layaknya seorang anak dengan ayahnya, Namun semuanya tidak berakhir manis saat aku mendengarnya menjelek – jelekkanku dihadapan Ibuku dan Ibu memarahiku. Aku tak pernah tahu apa salahku tapi Ibu memarahiku, sejak saat itu aku mulai membenci Ibuku. Aku mulai membenci Lelaki brengsek yang telah berani mengambil kasih sayang Ibu padaku. Aku membencinya, sangat membencinya, ingin aku lenyapkan dia dari dunia ini agar aku tak lagi melihatnya. Aku ingat sekali saat dia mulai membeda-bedakan aku dengan sodara-sodara tiriku, itu adalah kejadian yang akan aku ingat selamanya.

  v AYAH

Bagiku Ayah adalah orang yang paling berjasa menghancurkan hidupku. Yaa dia dengan teganya pergi saat aku baru bisa mengucapkan kata ayah. Aku ingat saat itu aku sangat sangat mengingatnya saat ayah pergi. Aku tak mengerti kenapa aku mengingatnya. Tanpa memberiku pelukan ayah pergi dan tak pernah kembali lagi. Aku tak pernah mengerti kenapa ayah pergi, apa dia tak pernah menyayangiku sehingga dengan mudahnya dia meninggalkanku dan Ibu. Ayah, kuharap nanti kamu mengerti betapa sakitnya aku terlahir sebagai anakmu. Sebagai anak yang mungkin tak pernah kamu inginkan hingga kamu dengan teganya meninggalkanku.
Ayah, dimana kamu saat aku mendapat peringkat terbaik dan berharap kamu dtang untuk mengucapkan selamat dan memberiku hadiah. Aku ingin saat aku dimarahi Ibu aku bisa lari dan meminta perlindunganmu.. Namun dimana kamu saat itu ????????????? Saat semua teman – temanku dengan bangganya menceritakan tentang hebatnya Ayah mereka, aku bingung ayah hal apa yang harus aku ceritakan pada mereka karena aku tak pernah mengenal sosokmu secara sempurna. Dimataku kamu bukan seorang lelaki hebat , kamu penuh kegagalan namun kamu berhasil menghancurkan anakmu sendiri.

  v DIA

Yaa, inilah aku inilah hidupku yang kalian pikir penuh kebahagian tapi hidupku tak seperti yang kalian lihat. Hidupku yang penuh kesedihan. Namun ada sedikit kebahagian ketika bersamanya. Hanya itu kebahagianku. Hanya saat itu ku melupakan semuanya. Saat dia menggenggam erat tanganku. Aku ingin dipeluknya sebagai tanda bahwa dia peduli akan penderitaan yang aku rasakan, Mungkin dia peduli mungkin juga tidak sama sekali. Tuhan aku butuh dia jangan biarkan dia pergi dariku. Aku sayang dia sama seperti ku menyayangi diriku sendiri.

 Thanks for reading :)