Kamis, 22 Desember 2016

HUJAN




Orang-orang dewasa itu aneh. Mereka bilang menyukai hujan, tapi selalu berlindung di balik payung, berlindung dibawah atap. Bahkan beberapa dari mereka memaki karena hujan membuat baju mereka basah..

Mereka tidak benar-benar menyukai, hanya mulutnya saja, tindakannya tidak. Mereka hanya mencari sensasi atau sedang menjual romantisme. Nyatanya, mereka menyesali hujan yang tak kunjung reda, mendinginkan udara sekitar, dan membuat jemurannya tak kunjung kering..

Sayang cintanya hanya sebatas kata, sayang katanya hanya sebatas kalimat status di media sosialnya. Hanya menjadi foto untuk mendukung kesenduannya..
Aku rasa, kita tidak akan mengerti hujan kecuali menjadi hujan itu sendiri. Bagaimana bila sesekali kita mendengar kata orang bahwa mereka menyukai kita padahal dibelakang itu semua mereka tidak demikian..

Manusia banyak yang seperti itu. Manusia telah terlatih untuk berpura-pura dihadapan orang lain. Memanipulasi sikapnya dan menyaring kata-katanya menjadi manis. Meski tidak dalam hati dan pikiran..

Dan kita akan belajar menjadi hujan. Bahwa ia akan turun dan ia tidak peduli dengan banyak orang yang menyesali kehadirannya. Hujan akan tetap turun untuk ia yang membutuhkannya, untuk orang-orang yang merindukan kedatangannya. Untuk tanaman dan hewan yang membutuhkannya..

Tidak perlu menghabiskan pikiran dan hati kita untuk memikirkan orang-orang yang tidak menyukai kita. Lebih baik kita curahkan hati dan pikiran kita untuk orang-orang yang mencintai kita dan menunggu kita..

Meski jumlahnya (mungkin) tidak banyak, tapi itu akan membuat hidupmu jauh lebih bahagia. Dan kamu tidak perlu bersusah payah untuk membuat hidupmu jauh lebih bahagia. Karena sungguh, akan selalu ada orang yang tidak menyukaimu. Dan kamu tidak perlu memikirkan yang demikian..

Hujan akan tetap turun meski ia dibenci, karena ia datang bukan untuk mereka. Ia datang untuk orang-orang yang merindukan dan mencintainya..
Hidup kita seperti demikian. Hari ini aku akan menjadi hujan. Biar aku jatuh dihatimu dan kamu tidak bisa menghindarinya..


 Repath : Akbar G.H.

Minggu, 18 Desember 2016

TUGAS 7 EKONOMI KOPERASI : CONTOH KOPERASI SUKSES DI INDONESIA


Contoh Koperasi Sukses di Indonesia

Menurut Ropke (2003), keberhasilan dan perkembangan usaha koperasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengelola, pelayanan, permodalan, partisipasi anggota dan pembinaan pemerintah. Sedangkan menurut Sitio dan Tamba (2001), keberhasilan koperasi sangat erat dengan partisipasi aktif anggota dalam koperasi.

Contoh koperasi sukses di Indonesia adalah Credit Union (CU). CU adalah badan usaha dimiliki oleh sekumpulan orang dalam satu ikatan pemersatu bersepakat untuk menabungkan uang mereka, sehingga menciptakan modal bersama guna dapat dipinjamkan diantara sesama mereka untuk tujuan produktif dan kesejahteraan. CU mempunyai kekhasan dibandikan dengan koperasi simpan pinjam apalagi dengan koperasi lain. CU harus dikelola dengan memperhatikan kaidah-kaidah ekonomi tanpa melupakan tujuan dibentuk usaha itu. Bunga pinjaman dalam CU harus layak. Layak dalam arti dapat memberi balas jasa simpanan sesuai pasar dan dapat membiayai operasional kantor CU.

Menurut Amelia (2001), tujuan didirikan CU adalah :
1.   Membimbing dan mengembangkan sikap hemat diantara para anggota, sehinga efisien dan efektifitas usaha tercpai. Menghemat itu penting sekali karena dengan menghemat orang dapat menabung.
2.   Memberikaan pinjaman layak, tepat, cepat dan terarah.
3.  Mendidik anggota dalam menggunakan uang secara bijaksana. CU mengajarkan cara menggunakan uang secara bijaksana untuk mencegah kecerobohan dalam penggunaan uang.

Keberhasilan koperasi CU ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1.  Tujuan koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan saja tetapi meningkatkan kesejahteraan anggota.
2.  Tidak ada perbedaan hak suara. Satu anggota satu suara dan tidak boleh diwakilkan.
3.  Bekerja secara terbuka dan diketahui oleh semua anggota.
4.  Anggota adalah faktor utama dari koperasi.
5.  Tanda peserta hanya mengenal satu macam keanggotaan dan tidak diperjualbelikan.


Daftar Pustaka

Amelia. 2001. Peranan Aktivitas Credit Union dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Medan. Program Magister Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP-USU).

Ropke Jochen. 2003. Ekonomi Koperasi Teori dan Manajemen. Salemba Empat.

Sitio dan Tamba. 2002. Koperasi Teori dan Praktek. Erlangga.

Jumat, 16 Desember 2016

TUGAS 6 EKONOMI KOPERASI : KEUNGGULAN KOPERASI DIBANDINGKAN PERSEROAN TERBATAS (PT)


Keunggulan Koperasi dibandikan Perseroan Terbatas (PT)

Keunggulan koperasi paling utama dibandingkan dengan perseroan terbatas (PT) adalah koperasi tidak diukur dari keuntungan tetapi dari tujuan koperasi tersebut. Cara kerja koperasi juga terbuka dan diketahui oleh semua anggota. Sedangkan perseroan terbatas tujuan utuma adalah mencari keuntungan sebesar mungkin. Cara kerja perseroan terbatas tertutup dan hanya direktur yang mengetahui. Direktur  juga mengendalikan perusahaan tersebut. Tetapi di Indoesia koperasi kurang berjalan dengan lancar dikarenakan kekurangan modal.

Menurut Chaniago (1984), koperasi adalah suatu perkumpulan orang – orang atau badan hukum yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggota. Tetapi koperasi tidak hanya kumpulan orang-orang. Koperasi merupakan kumpulan dari badan-badan hukum. Menurut R.S. Soeriaatmadja, koperasi mempunyai perbedaan dengan badan hukum lain. Salah satu perbedaan antara koperasi dengan badan hukum lain yaitu perseroan terbatas (PT) adalah sebagai berikut :
1.  Tujuan koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan saja tetapi meningkatkan kesejahteraan anggota. 
2.  Tidak ada perbedaan hak suara. Satu anggota satu suara dan tidak boleh diwakilkan. 
3.   Bekerja secara terbuka dan diketahui oleh semua anggota.
4.   Anggota adalah utama dari koperasi berupa kumpulan orang-orang. Modal sebagai alat keuntungan. Keuntungan dibagikan kepada para anggota sesuai jasa masing-masing. 
5.  Tanda peserta hanya mengenal satu macam keanggotaan dan tidak diperjualbelikan. 

Sedangkan perseroan terbatas (PT) adalah kumpulan orang diberi hak dan diakui oleh hukum untuk mencapai tujuan tertentu. PT dimiliki minimal 2 orang dengan tanggung jawab yang hanya meliputi pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi. Perbedaan perseroan terbatas (PT) dengan koperasi adalah sebagai berikut :
1.  Mencari keuntungan sebesar mungkin.
2.  Hak suara dapat diwakili.
3.  Bekerja secara tertutup dan direktur memegang kendali perusahaan.
4.  Modal adalah primer. Orang adalah sekunder. Jumlah modal menentukan besar suara dan keuntungan. Keuntungan dibagikan menurut besar atau kecil modal. 
5.  Tanda peserta dinamakan persero atau saham. Terdapat lebih dari satu jenis saham dan tiap jenis mempunyai hak berbeda. Saham dapat diperjualbelikan, saham dapat terpusat pada satu atau dua orang, sehingga kebijaksanaan perusahaan hanya dapat ditentukan oleh satu atau dua orang dimana saham berpusat. 


Daftar Pustaka

Drs. Subandi M.M. 2009. Ekonomi Koperasi : Teori dan Praktik. Alfabeta, CV.

Kamis, 15 Desember 2016

TUGAS 5 EKONOMI KOPERASI : STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI


Struktur Organisasi Koperasi

Menurut Stoner (2006), mendefinisikan organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar kompenen dan antar posisi dalam suatu perusahaan. Koperasi memerlukan manajemen mengenai struktur organisasi koperasi dan perangkat atau fungsi organisasai koperasi. Struktur organisasi koperasi menggambarkan susunan, isi dan luas cakupan organisasi koperasi. Sedangkan perangkat atau fungsi organisasi koperasi menjelaskan perangkat beserta tugas maupun kewajiban setiap fungsi, hubungan kerja dan tanggung jawab yang jelas. Landasan pembuatan struktur organisasi adalah :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
2. Anggaran Dana dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi.
3. Keputusan Rapat.

Untuk mewujudkan integrasi antar fungsi dan antar formasi jabatan, ada struktur organisasi tepat dan efisien. Struktur organisasi dituangkan dalam peraturan yang jelas dan tegas di dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan peraturan lain. Dalam Undang-Undang RI No. 25 Tahun 1922 tentang perkoperasian, bahwa perangkat organisasi koperasi terdiri dari rapat anggota (RA), pengurus dan pengawas. Dapat dilengkapi juga dengan pengelola (manager dan karyawan). Ketiga perangkat organisasi koperasi tersebut maupun bukan perangkat organisasi koperasi tersebut mempunyai ikatan kolektif dalam menjalankan fungsi organisasi.

Anggota memiliki kekuasaan tertinggi dalam koperasi, tercermin dalam forum rapat anggota, sering kali secara teknis disebut RAT (Rapat Anggota Tahunan). Pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi, berperan mewakili anggota dalam menjalankan kegiatan organisasi maupun usaha koperasi. Pengurus dapat menunjuk manajer dan karyawan sebagai pengelola untuk menjalankan fungsi usaha sesuai dengan ketentuan-ketentuan, sebagaimana jelas tercantum dalam pasal 32 UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Pengurus memperoleh wewenang dan kekuasaan dari hasil keputusan RAT Pengurus berkewajiban melaksanakan seluruh keputusan RAT guna memberikan manfaat kepada anggota koperasi. Pengawas sebagai salah satu perangkat organisasi koperasi diangkat dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT), sesuai pasal 38 UU No. 25 Tahun 1992. Manager dipilih dan diangkat oleh pengurus untuk melakukan fungsi pengelolaan operasional usah koperasi.


Daftar Pustaka

Sitio, Arifin. Tamba, Halomoan. 2001. Koperasi : Teori dan Praktik. Erlangga.  

TUGAS 4 EKONOMI KOPERASI : MODAL KOPERASI


Modal Koperasi

Modal adalah asset untuk menjalankan usaha. Koperasi adalah kumpulan orang-orang pengumpul modal. Modal koperasi berasal dari anggota. Modal anggota bersumber dari simpanan pokok dan simpanan wajib. Hal ini mencerminkan bahwa pererkembang koperasi dilakukan dengan kekuatan sendiri.

Modal merupakan sumber daya paling pertama. Penggunaan modal harus digunakan seefektif dan seefesien mungkin. Modal mempunyai peranan penting dalam koperasi yaitu untuk menjalankan usaha. Tanpa modal yang cukup maka usaha tidak akan berjalan dengan lancar. Besar kecil lapangan usaha koperasi sangat tergantung pada besar kecil modal dari anggota maupun bukan anggota.

Sumber Modal Koperasi Undang-Undang No. 25 / 1992 tentang perkoperasian menyatakan bahwa sumber modal koperasi berasal dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri pada koperasi terdiri atas simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan dan hibah atau donasi. Simpanan pokok adalah sejumlah uang dibayarkan pada saat masuk menjadi anggota koperasi. Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu, wajib dibayarkan oleh setiap anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Dana cadangan adalah sejumlah uang diperoleh dari penyisihan SHU. Hibah atau donasi adalah suatu pemberian atau hadiah dari seseorang semasa hidup. Sedangkan modal pinjaman adalah modal berasal dari luar sebagai pinjaman. Pinjaman diperoleh dari berbagai pihak, seperti swasta baik badan maupun perseorangan atau pinjaman pemerintah.


Daftar Pustaka

Kartasapoetra. 2013. Praktek Pengelolaan Koperasi. Rineka Cipta.

TUGAS 3 EKONOMI KOPERASI : KOPERASI DI INDONESIA


Koperasi di Indonesia

Koperasi adalah usaha yang memiliki beberapa anggota dan tujuan sama. Tujuan utama koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota. Koperasi merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Maju mundur koperasi bergantung pada anggota. Koperasi dapat melakukan kegiatan usaha sendiri meskipun koperasi lembaga berbadan hukum. Koperasi juga melakukan kerjasama dengan badan usaha swasta lain seperti Perseroan Tebatas (PT), Bank swasta, dll.

Koperasi di Indonesia masih memiliki kendala untuk pengembangan. Masyarakat Indonesia memiliki tingkat kecerdasan yang masih rendah. Disamping itu, koperasi memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Koperasi juga sangat dibutuhkan bagi masyarakat kecil untuk menunjang usaha kecil menengah (UKM). Modal UKM dari koperasi tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha mereka.




TUGAS 2 EKONOMI KOPERASI : EKONOMI DI INDONESIA


Ekonomi di Indonesia


Ekonomi adalah aktivitas sosial mempunyai keinginan tidak terbatas.
    S                                 O                 P                       KET
Ekonomi terjadi karena manusia mempunyai kebutuhan sandang, pangan, papan.
     S                                                    P                                        O
Kebutuhan itu menjadi masalah. Sebab, manusia harus memenuhi kebutuhan
      S                   P            O                         S                         P            
sandang, pangan, papan tersebut. Sedangkan, Sumber daya alam menjadi langka
                      O                                                                  S                    P       KET
karena keinginan manusia sangat tidak terbatas.
                                 O                     KET
Indonesia  memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Indonesia  telah terpilih
     S                P                  O                 KET             S
menjadi negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia kaya dengan Sumber
     P               O                                 KET                         S
daya alam. Saat ini, Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi. Masih banyak
       O           KET            S                           P                    O
masyarakat Indonesia mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan.
                    S                       P                                               O



Minggu, 02 Oktober 2016

TUGAS 1 EKONOMI KOPERASI : IBU PERGI KE PASAR


Ibu Pergi ke Pasar


Ibu  pergi  ke PasarIbu  pergi  ke Pasar  bersama anak perempuannya bernama
 S      P           O           S     P        O                                   KET
AinunIbu dan Ainun  mengendarai  mobil  saat pergi ke Pasar.  Di Pasar  Ibu                    S                      P                  O           KET                      KET       S
membeli  sayuran, ikan, dan ayamIbu membeli  sayuran, ikan dan ayam                                  P                              O                    S        P                       O
ditempat H.Mansyur. Setelah selesai berbelanja  ibu dan Ainun  pergi  ke tempat                            KET                                       KET                        S                P           O               
makan.  Disitu,  ibu dan Ainun  memesan  bubur ayam dan teh manis hangat.                                                      S                   P                                                  O
Setelah selesai makan  ibu dan Ainun  pulang  ke rumah.                                            KET                        S                P            O

Selasa, 28 Juni 2016

MASALAH POKOK PEREKONOMIAN INDONESIA



A.    JENIS-JENIS PENGANGGURAN





1)  Pengangguran Friksionil, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih mengganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yang lebih baik.

2)  Pengangguran Struktural, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan, karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usaha, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.

3)  Pengangguran Siklikal, yakni pengangguran yang terjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh, dikarenakan kemunduran dan resesi ekonomi. Sehingga ini mirip dengan pengangguran struktural, hanya pada pengangguran jenis ini, kejadiannya adalah lebih meluas dan menyeluruh.

4)  Pengangguran Musiman, yakni pengangguran yang terjadinya dipengaruhi oleh musim. Jenis pengangguran ini sering terjadi pada sektor pertanian. Misalnya ketika masa tanam dan panen, mereka berbondong-bondong bekerja dan setelah masa tersebut mereka kembali tidak memiliki pekerjaan.

5)  Pengangguran Tidak Kentara, yakni pengangguran yang secara fisik dan sepintas tidak kelihatan, namun secara ekonomi dapat dibuktikan bahwa seseorang tersebut sesungguhnya menganggur.

B.     BEBERAPA RASIO-RASIO UNTUK MENGHITUNG TINGKAT PENGANGGURAN




1)  Dependency Ratio, rasio ini menggambarkan seberapa besar beban secara ekonomi yang sebenarnya ditanggung oleh penduduk usia kerja terhadap penduduk di luar usia kerja. Indikator ekonomi ini dipergunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat beban atau ketergantungan penduduk yang tidak produktif terhadap penduduk yang produktif. Semakin tinggi nilai rasio ini semakin besar pula beban yang harus ditanggung oleh penduduk yang produktif (dapat menghambat proses menuju kemakmuran secara menyeluruh). Formulasi dari rasio ini adalah :

DR = Penduduk usia kerja dibagi penduduk diluar usia kerja

2)  Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, adalah rasio yang mengukur seberapa besar dari penduduk yang berada dalam usia kerja yang benar-benar merupakan angatan kerja. Indikator ini dipergunakan untuk mengetahui sejauh mana prosentase penduduk yang telah memiliki usia kerja telah bekerja/produktif. Semakin tinggi hasil perhitungan indikator ini, semakin baik pula keadaannya. Formulasi dari rasio ini adalah :

TPAK = (Angkatan kerja / Penduduk usia kerja) X 100%


C. PEMBAGIAN INFLASI DARI SUDUT PANDANG YANG BERBEDA DARI PARA AHLI EKONOMI




v Jika dilihat dari parah tidaknya, atau besar kecilnya inflasi yang muncul, inflasi dapat dibagi dalam :

          1)       Inflasi ringan jika nilainya berkisar        0% s/d 10%
          2)       Inflasi sedang jika nilainya berkisar     10% s/d 30%
          3)       Inflasi berat jika nilainya berkisar       30% s/d 100%
          4)       Hyperinflasi jika nilainy                      > 100%

v Jika dilihat dari sebab-sebab kemunculannya dibagi dalam :

1)  Inflasi karena naiknya permintaan, yakni inflasi yang terjadi karena adanya gejala naiknya permintaan secara umum, sehingga sesuai dengan hukum permintaan maka hargapun secara umum akan cenderung naik. Proses terjadinya dapat dilihat dari grafik berikut :




2)  Inflasi yang terjadi karena naiknya biaya  produksi, terjadi jika kecenderungan naiknya harga diakibatkan karena naiknya biaya produksi, seperti naiknya upah tenaga kerja, naiknya harga bahan baku dan penolong, dan sejenisnya. Jika ini yang terjadi akibatnya adalah lebih buruk dari inflasi yang disebabkan karena naiknya permintaan masyarakat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut :




3)  Inflasi yang berasal dari dalam negeri, adalah inflasi yang terjadi dikarenakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam negeri, seperti misalnya peredaran uang di dalam negeri yang terlalu banyak.

4)  Inflasi yang berasal dari luar negeri, inflasi yang terjadi di negara lain seringkali merembet ke negara Indonesia. Proses terjadinya diawali dengan masuknya komoditi impor yang telah terkena inflasi (harga naik) di negara asalnya. Sehingga komoditi impor tersebut kita beli dengan harga yang mahal pula. Jika kemudian komoditi tersebut kita olah sebagai bahan baku untuk untuk sebuah produk, maka tentu harga produk tersebut akan menjadi mahal. Dengan demikian semakin banyak kita mengimpor komoditi-komoditi yang terkena inflasi di negara asalnya maka semakin terbuka kemungkinan terjadinya inflasi di Indonesia.

D.    DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI INFLASI




Dampak Positif :

1.  Inflasi yang terkendali menggambarkan adanya aktivitas ekonomi dalam suatu negara.

2.  Inflasi terkendali merangsang masyarakat untuk terus berusaha bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraannya, agar tetap dapat mengikuti penurunan nilai riil pendapatannya.

Dampak Negatif :

1.  Inflasi akan menjadikan turunnya pendapatan riil masyarakat yang memiliki penghasilan tetap. Karena dengan penghasilan yang tetap mereka tidak dapat menyesuaikan pendapatannya (menaikkan pendapatannya) dengan kenaikan harga yang disebabkan karena inflasi.

2.  Inflasi menyebabkan turunnya nilai riil kekayaan masyarakat yang berbentuk kas, karena nilai tukar kas (uang misalnya) tersebut akan menjadi lebih kecil, karena secara nominal (sesuai angka yang tertera di mata uang) harus menghadapi harga komoditi persatuan yang lebih besar.

3.  Inflasi akan menyebabkan nilai tabungan masyarakat menjadi turun, sehingga orang akan cenderung memilih menginvestasikan uangnya dalam aktiva yang lebih baik, dari pada menabungkannya ke bank.

4.  Inflasi akan menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia terhambat, sebagai contoh, dari sektor perdagangan luar negeri, maka komoditi ekspor Indonesia menjadi tidak dapat lagi bersaing dengan komoditi sejenis di pasar dunia.


Sumber :

Buku Perekonomian Indonesia Diktat Gunadarma Hal, 92, 93, 96, 98

Rabu, 15 Juni 2016

JENIS-JENIS UANG, IHK, PDB HARGA BERLAKU DAN PDB HARGA KONSTAN


A. JENIS-JENIS UANG

1. Uang Kartal

Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.

2. Uang Giral 

Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.

3.Uang Kuasi

Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.


B. INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK)

Indeks harga konsumen (bahasa Inggris: consumer price index) adalah nomor indeksyang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (household). IHK sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun, dan kontrak lainnya. Untuk memperkirakan nilai IHK pada masa depan, ekonom menggunakan indeks harga produsen, yaitu harga rata-rata bahan mentah yang dibutuhkan produsen untuk membuat produknya. Untuk mengukur tingkat harga secara makro, biasanya menggunakan pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Indeks (CPI). Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat diartikan sebagai indeks harga dari biaya sekumpulan barang konsumsi yang masing-masing diberi bobot menurut proporsi belanja masyarakat untuk komoditi yang bersangkutan. IHK mengukur harga sekumpulan barang tertentu (sepertti bahan makanan pokok, sandang, perumahan, dan aneka barang dan jasa) yang dibeli konsumen.
Indeks harga Konsumen (IHK) merupakan persentase yang digunakan untuk menganalisis tingkat/ laju inflasi. IHK juga merupakan indikator yang digunakan pemerintah untuk mengukur inflasi di Indonesia.

Formula Laspeyres
Indeks harga Laspeyres (Lp) di definisikan sebagai rataan aritmatik yang mempunyai bobot terhadap harga relatif yang menggunakan bobot nilai pada periode yang menjadi tahun dasar (misal pada tahun 2000) sebagai bobotnya. Berikut rumus atau formula untuk menghitung indeks harga dengan menggunakan metode Laspeyres.


Formula menghitung indeks harga dengan menggunakan metode Laspeyres
Dari rumus diatas terdapat rumus utama yaitu perkalian antara indeks pertumbuhan harga dengan bobot dari tiap komoditi pada tahun dasar, yaitu tahun tertentu yang telah ditetapkan. Indeks pertumbuhan harga ini dapat dilihat dari rumus pit/pio, yaitu nilai pertumbuhan harga dibandingkan dengan periode sebelumnya. Selanjutnya nilai pertumbuhan harga itu akan dikalikan bobot dari nilai masing-masing komoditi pada tahun dasarnya saja.
Misalnya, diambil tahun 2000 menjadi tahun dasar, maka yang dihitung hanya bobot pada tahun 2000 saja yang dihitung dan akan dijadikan nilai bobot untuk tahun berikutnya. Sehingga nilai indeks harga yang dihasilkan tidak mengikuti perubahan bobot yang seharusnya terjadi tiap tahun, karena bobot yang digunakan adalah tetap, yaitu menggunakan bobot pada tahun dasarnya saja. Nilai indeks harga yang dihasilkanpun lebih smooth gejolaknya, sehingga dapat memudahkan analisis pertumbuhannya.
Formula Laspeyres juga dapat digunakan untuk menghitung indeks volume (Lq). Pertumbuhan (growth) yang dilihat adalah nilai volume/kuantitas/berat bersih dari komoditi ekspor atau impor tersebut. Tujuan perhitungannya juga tidak berbeda dengan perhitungan indeks harga, yaitu agar dapat diketahui pertumbuhan volume riil atau nilai indeks yang sebenarnya di lapangan.
Rumus untuk menghitung indeks volume dengan menggunakan formula Laspeyres adalah sebagai berikut.

Formula menghitung indeks volume dengan menggunakan formula Laspeyres
Periode waktu yang menentukan bobot untuk indeks harga disebut periode dasar, yang dijadikan tahun acuan untuk menjadi bobot.  Seringkali periode tersebut bertepatan dengan referensi periode yang akan dijadikan perbandingan. Rumus atau formula ini dapat di subtitusikan dengan rumus yang telah dijelaskan diatas, dimana vj sama dengan pj x qj.

C.     PDB HARGA BERLAKU DAN PDB HARGA KONS

Menghitung nilai hasil PDB dengan menggunakan harga berlaku dapat memberi hasil yang menyesatkan, karena pengaruh inflasi.  PDB harga berlaku menurut penggunaan menunjukkan produk barang dan jasa digunakan untuk tujuan konsumsi, investasi dan diperdagangkan dengan pihak luar negeri. Untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat, maka perhitungan PDB sering menggunakan perhitungan berdasarkan harga konstan. Hasil perhitungan ini menghasilkan nilai PDB atas harga konstan. Yang dimaksud dengan harga konstan adalah harga yang dianggap tidak berubah.
Untuk memperoleh PDB harga konstan, kita harus menentukan tahun dasar (based year), yang merupakan tahun di mana perekonomian berada dalam kondisi baik/stabil. Harga barang pada tahun tersebut kita gunakan sebagai harga konstan.
Deflator = (Harga tahun t : Harga tahun t-1) x 100%
Manfaat dari perhitungan PDB harga konstan, selain dengan segera dapat mengetahui apakah perekonomian mengalami pertumbuhan atau tidak, juga dapat menghitung perubahan harga (inflasi).

1. Penghitungan PDB Atas Dasar Harga Berlaku

a.       Pendekatan produksi

Menghitung nilai  tambah seluruh kegiatan ekonomi dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing  total nilai produksi (output) tiap-tiap  sektor atau subsektor.
Output b,t                 = Produksit  x Hargat
NTBb,t                  = Outputb,t – Biaya Antarab,t
Atau
     NTBb,t             = Outputb,t   x Rasio NTBo
Output b,t = Ouput/nilai produksi bruto atas dasar harga berlaku tahun t
NTBb,t =Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku tahun ke t
Produksit = Kuantum produksi tahun ke t
Hargat = Harga produksi tahun ke t
Rasio NTB = Perbandingan NTB terhadap Output (NTB/Ouput)
Rasio NTBo  = Rasio NTB pada tahun dasar (o)

b.      Pendekatan pendapatan

PDB Merupakan balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi.
PDB = Upah & Gaji + Surplus Usaha + Penyusutan + Pajak Tak Langsung Neto

c.       Pendekatan pengeluaran

PDB adalah penjumlahan semua komponen permintaan akhir.
PDB =       Konsumsi rumahtangga + Konsumsi Pemerintah + PMTB + Perubahan
stok + (Ekspor - Impor).

2. Penghitungan GDP Atas Dasar Harga Konstan

a.      Revaluasi

Perkalian kuantum produksi tahun yang berjalan dengan harga tahun dasar (tahun 1993) , menghasilkan langsung PDB adhk. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut:
Output k,t = Produksit  x Hargao
NTB k,t       = Output k,t  x Rasio NTBo

b.      Ekstrapolasi

Dengan  cara  mengalikan nilai tahun  dasar  dengan suatu indeks kuantum dibagi 100. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut:
Output k,t  = Output k,o x (IKPt/100)
NTB k,t       = Output k,t  x Rasio NTBo

c.      Deflasi

Dengan cara membagi nilai pada tahun berjalan dengan suatu indeks harga dibagi 100. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut:
Output k,t = Outputb,t /(IHt /100)
NTB k,t       = Output k,t  x Rasio NTBo

Sumber :

buku Perekonomian Indonesia diktat gunadarma