Senin, 11 Januari 2016

MANAJEMEN KEUANGAN PT. MAYORA INDAH Tbk

Topik : Tantangan dan Peluang Manajemen Keuangan Suatu Perusahaan di Indonesia akan Dinamika Lingkungan Eksternal
Disusun Oleh :
Nama : Gina Asmarani
NPM : 27215462
Kelas : 1 EB 16
Mata Kuliah : Pengantar Bisnis
Dosen : Rowland Bismark Fernando Pasaribu

PT. MAYORA INDAH Tbk

Profil PT Mayora Indah Tbk.
            Sejak pertama kali didirikan yaitu pada tahun 1977. PT Mayora Indah Tbk. telah menjadi salah satu industri makanan yang memegang peranan penting di Indonesia. Sebagai hasil pertumbuhan Negara pada bidang perekonomian dan pergeseran dari pola konsumtif sosial kearah produk yang lebih praktis, membuat PT Mayora Indah Tbk. Tumbuh secara cepat dari tahun ke tahun. Saat ini sistem manajemen PT Mayora Indah Tbk. terbagi menjadi unit-unit bisnis. Ada 8 unit bisnis yaitu:
1.      Biskuit: Roma, Better, Slai O’Lai, dan Danisa
2.      Permen: Kopiko, Kiss, Tamarin, dan Plonk
3.      Wafer: Beng Beng, Astor, Roma
4.      Coklat: Choki Choki dan Danisaa
5.      Makanan sehat: Energen
6.      Kopi: Torabika
7.      Mie: Mie gelas, super bubur, dan miduo
8.      Beverage: Vitazone
Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, PT Mayora Indah Tbk. menawarkan saham umum melalui Initial Public Offering (IPO) pada tahun 1990. Suatu gerakan yang sukses dengan peresmian pabrik-pabrik seperti di Tangerang, Bekasi, dan Surabaya, yang memperkerjakan 5.300 pekerja. Dengan didukung oleh jaringan distribusi yang luas dan kuat, produk PT Mayora Indah Tbk. tersedia di seluruh Indonesia dan beberapa negara luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Singapura, Hong Kong, Saudi Arabia, Australia, Austria, Afrika, Italia, dan Amerika.
Visi dan Misi
1.      Terus-menerus meningkatkan posisi bersaing dalam semua kategori
2.      Membangun saluran distribusi dan merek yang kuat dalam semua situasi/keadaan.
3.      Dalam menghadapi tantangan, kesenangan, dan keuangan diberikan penghargaan kepada lingkungan
4.      Melaksanakan Pertanggungjawaban Sosial (Corporate Social Responsibility) untuk menjadi lebih sosial dan bertanggungjawab terhadap lingkungan.
5.      Membawa nilai-nilai kepada stakeholders melalui pengamanan pertumbuhan dan struktur keuangan yang kuat dalam industri.
Kinerja Perusahaan
§  Produk Unggulan
Hal yang paling penting dalam suatu produk ialah mutu atau kualitas dari produk yang dihasilkan. Konsumen telah mempercayai keunggulan kualitas enam produk kategori makanan yaitu: biskuit, permen, wafer, coklat, makanan kesehatan, dan kopi yang dihasilkan oleh PT Mayora Indah Tbk.
§  Komitmen
Komitmen dari PT Mayora Indah Tbk. yaitu selalu menjadi perusahaan bisnis berkualitas dengan peluang bersaing dan sebagai penyalur utama atau seorang penyalur second-tier.
§  Harapan
PT Mayora Indah Tbk. memprakarsai keanekaragaman distributor atau penyalur minoritas berkualitas yang dapat melakukan bisnis dengan PT Mayora Indah Tbk. dibawah terminology yang sama, kondisi-kondisi dan standar mutu sebagai mitra bisnis atau penyalur produk.
§  Pelanggan
Mayora bukan hanya pabrik makanan tetapi juga merupakan bagian dari kultur Indonesia. Karena dekade ini, produk Mayora yang terdiri biskuit, gula-gula, wafer, coklat, makanan untuk kesehatan serta kopi. Semuanya terbuat dari bahan pokok asli Indonesia.
§  Karier
Kesuksesan Mayora adalah suatu hasil dari komitmen dari orang-orang yang bekerja di PT Mayora Indah Tbk. Orang-orang yang kreatif, dan memiliki suatu sikap yang bertanggungjawab untuk menjadi bagian dari tim utama PT Mayora Indah Tbk.

Sistem Informasi Manajemen pada PT Mayora Indah Tbk.
Mayora merupakan perusahaan yang sudah terkenal dengan produksi makanannya, didirikan semenjak 68 tahun silam. Dalam menjalankan operasinya PT Mayora Indah Tbk. terdiri dari  delapan divisi produk.
Persaingan pada industri makanan khususnya biskuit merupakan persaingan terberat di negara ini semenjak 185 perusahaan memproduksi biskuit dengan 400 merek di berbagai negara menjadikan tingkat persaingan semakin tinggi hari demi hari. PT Mayora Indah Tbk. yang juga memproduksi biskuit bersaing tidak hanya pada pasar lokal namun juga di pasar internasional. Dan tanpa adanya perkiraan semakin hari harga bahan baku dari biskuit juga semakin meningkat. Setiap perusahaan layaknya PT Mayora Indah Tbk., memakai anggaran mereka untuk berbagai aktivitas dan event, tentunya kita khususnya saya juga ingin mengetahui efisiensi dari anggaran atau biaya yang dikeluarkan tersebut. Seperti ketika Mayora mengeluarkan biaya untuk iklan di TV atau sponsor. Seberapa efektif iklan tersebut dapat meningkatkan penjualan yaitu dapat dilihat dari perbandingan data jumlah penjualan antara sebelum adanya pengeluaran iklan dengan  jumlah penjualan setelah adanya pengeluaran iklan. Mayora akan mudah mengidentifikasikan hal-hal seperti itu menggunakan sebuah sistem yang disebut dengan RAMESYS (Mayora Media Effectiveness Analysis System).
            PT Mayora Indah Tbk. menyadari bahwa Executive Information System (EIS) akan membantu pihak eksekutif dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan keefektifan dari media dan korelasinya dengan jumlah dari penjualan produk. Sistem yang disebut RAMESYS ini dibuat dan digunakan oleh PT Mayora Indah Tbk. dengan tujuan membantu pihak eksekutif untuk membuat keputusan berdasarkan iklan khususnya iklan TV sehingga mereka dapat meningkatkan penjualan dan mengetahui kelemahan (weakness) dari pesaing mereka tanpa adanya kekhawatiran akan penyebaran data rahasia kepada pihak lain. Kemampuan dari sistem ini yaitu :
1.      Membuat suatu laporan tinjauan media untuk merek-merek tertentu dalam waktu tertentu berdasarkan data yang diberikan oleh agen.
2.      Membuat suatu jaringan laporan tersebut dengan data penjualan untuk mengetahui dampak dari adanya iklan.
3.      Database historis untuk membandingkan antara dampak sebelumnya dengan kondisi saat ini dalam suatu parameter input khusus.
4.      Menganalisis data yang telah di link-kan antara laporan tinjauan media dan laporan penjualan dalam lingkup nasional.

LETAK PERMASALAHAN DARI SISTEM PT MAYORA INDAH Tbk.
Stakeholder dari PT Mayora Indah Tbk. khususnya divisi biskuit yaitu sebagai berikut:
1.      Manajer produksi
2.      Manajer pemasaran
3.      General Manager
4.      BOD dan MD
5.      Agency
6.      Bagian Penjualan
Masalah yang terjadi di Mayora khususnya divisi biskuit terbagi menjadi dua bagian. Sistem yang ada saat ini masih memiliki kecenderungan mengandalkan analisis review media kepada agency.
Penjelasan masalah:
1.      Pembuatan perencanaan media sampai hasilnya (review media) diperlihatkan. Bahkan divisi biskuit Mayora menyetujui proses supervisi yang sangat ketat, dimana dapat dilihat dari prosedur dan kebijakan pemverifikasian perencanaan media dan juga persetujuan dari perencanaan pelaksanaan. Kita tidak dapat meniadakan proses utama dari pembuatan perencanaan media dan media review yang telah dibuat oleh agen.
2.      Review media masih tidak terhubung dengan jumlah penjualan, saat ini Mayora terutama divisi biskuitnya masih tidak memiliki system yang dapat memperlihatkan koneksi dengan promosi ATL yang dieksekusi melalui perencanaan media, oleh jumlah penjualan yang dihasilkan oleh SAP. Sehingga manajer harus melakukannya secara manual seperti yang diperlihatkan pada diagram context sistem divisi biskuit Mayora saat ini.
Bagaimanapun juga hal ini tidak mungkin bagi Mayora untuk memberikan total penjualan kepada agen untuk dianalisis sesuai dengan review media karena hal ini sangat rahasia.

SOLUSI ALTERNATIF DARI PERMASALAHAN SISTEM DI MAYORA
           Untuk tujuan pemecahan masalah, Executive Information System yang dinamakan RAMESYS akan dibuat. RAMESYS merupakan kepanjangan dari Mayora Media Effectiveness Analysis System. Sistem ini akan menjadi solusi untuk permasalahan yang ada dalam Mayora khususnya pada divisi utama yaitu divisi biskuit. RAMESYS akan menggantikan agen dalam proses analisis pembuatan review media dan akan secara langsung terhubung ke data penjualan. Penjelasan mengenai pengarahan sistem diatas akan dijelaskan sebagai berikut:
1.      Mayora akan tetap menggunakan agen dengan tujuan untuk pembuatan perencanaan media
2.      Mayora juga akan menggunakan data AC Nielsen yang diberikan dari agen dengan tujuan untuk menginput semua data ke RAMESYS.
3.      RAMESYS kemudian akan memanipulasi data dan membuat analisis dari data tersebut.
4.      Manajer-manajer akan dapat terhubung dengan analisis review media dengan jumlah penjualan.
5.      Sinkronasi sistem terhadap jumlah penjualan akan diasumsikan secara efektif satu minggu setelah penayangan iklan pertama kali.

SISTEM PENGENDALIAN INTEREN (INTERNAL CONTROL) YANG DITERAPKAN OLEH PERUSAHAAN :
Untuk memberikan kepastian bahwa risiko risiko yang harus dihadapi oleh Perseroan dapat diidentifikasi dengan cepat dan ditangani dengan tepat, maka Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berkomitmen untuk menjaga sistem yang baik untuk mengontrol dan melindungi investasi dan aset para pemegang sahamnya. Secara umum, Pengendalian Intern dalam Perseroan, merupakan bagian dari masing masing sistem yang dipergunakan sebagai
prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional perusahaan yang terintegrasi, berhubungan dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Mencakup keefektifan operasional perusahaan, sistem data yang cepat dan akurat, serta kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang diberlakukan.

GAMBARAN UMUM MENGENAI SISTEM MANAGEMENT RISIKO PERSEROAN
Setiap kegiatan suatu usaha, pasti dihadapkan pada risiko, demikian pula halnya dengan kegiatan usaha yang dilakukan oleh Perseroan. Namun untuk terus bertumbuh risiko itu harus dihadapi. Dengan adanya sistem management risiko, risiko yang mungkin harus dihadapi dapat diminimalisir dan dapat diatasi tanpa harus menanggung kejadian yang tidak diinginkan secara signifikan.Sistem management risiko yang dijalankan oleh Perseroan dilaksanakan untuk mengelola risiko yang cenderung merugikan Perseroan baik yang disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal, bahkan yang berasal dari sumber daya manusia yang ada. Sistem management risiko yang dilakukan Perseroan diantaranya adalah melalui cara :
Seleksi yang teliti dalam perekrutan pekerja
Mengasuransikan asset asset yang dimiliki oleh Perseroan
Melakukan analisa dengan cermat terhadap investasi yang dilakukan
Mempertimbangkan dengan hati hati ekspansi yang direncanakan
Memperhitungkan dengan seksama risiko keuangan Perseroan.

JENIS RISIKO DAN CARA PENGELOLAANNYA
Risiko yang dihadapi dan upaya yang dilakukan untuk mengelola risiko. Secara umum, risiko yang harus dihadapi oleh Perseroan dan Entitas Anak diantaranya adalah :
a. Risiko fluktuasi kurs atau suku bunga.
Ketidakstabilan nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang Rupiah dapat memberikan dampak ketidakpastian terhadap biaya produksi dan dalam penetapan harga jual produk Perseroan. Hal ini disebabkan karena, meskipun sebagian besar bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi dapat diperoleh dari dalam negeri. Namun ketidak stabilan nilai tukar valuta asing terutama USD, terhadap mata uang Rupiah dapat mempengaruhi harga bahan baku produksi yang diimport atau bahan baku produksi yang dibeli di pasar lokal tetapi
mengikuti harga pasar internasional. Sehingga, jika terjadi perubahan nilai tukar mata uang asing yang cukup signifikan, hal ini dapat mempengaruhi biaya Perseroan. Namun demikian, ketidak stabilan yang mungkin terjadi ini, dapat diimbangi oleh penerimaan yang didapat oleh Perseroan dari penjualan ekport.
b. Risiko Persaingan Usaha
Hadirnya produsen lokal baru yang memproduksi produk yang sejenis dengan produk yang dihasilkan oleh Perseroan, disamping semakin banyaknya produk import, ditengah risiko selera konsumen yang selalu ingin mencoba produk baru dapat mengakibatkan menurunnya pangsa pasar dan pendapatan Perseroan.
c. Risiko Pasokan Bahan Baku
Kelangsungan proses produksi Perseroan tentunya berhubungan erat dengan kelancaran pasokan bahan baku. Gagal panen bahan baku produksi dan hambatan distribusi yang disebabkan oleh terjadinya bencana alam dapat menggangu pasokan dan dapat melambungkan harga hasil bumi yang menjadi bahan baku produksi Perseroan. Apabila hal ini terjadi dapat menurunkan kinerja operasional dan finansial Perseroan.
d. Risiko Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Internasional
Peraturan, diantaranya yang menyangkut ketentuan bea masuk suatu negara memberikan risiko kompetisi yang lebih ketat bagi penjualan produk Perseroan keluar negeri.
e. Risiko Kebijakan Pemerintah
Kebijakan dalam bentuk Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang mempengaruhi daya beli masyarakat dan besarnya biaya produksi, transportasi dan kewajiban Perseroan, dapat berdampak pada penyerapan hasil produksi Perseroan dan dapat mempengaruhi besarnya laba Perseroan.


DAFTAR PUSTAKA
http://dokumen.tips/documents/analisis-sistem-informasi-manajemen.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar