Minggu, 12 Juni 2016

Bang Fai si Orang Miskin yang Kaya


Namanya Bang Fai, orang miskin yang pekerjaannya adalah tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskan diatas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberikan jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya dengan imbalan uang sekedarnya.

Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi, Bang Fai melalang dijalanan, diatas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.

Para pelanggannya sangat menyukai Bang Fai, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bang Fai tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para asongan dan pemuling lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di  gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia bisa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana Bang Fai bisa merebahkan tubuhnya beristirahat, diruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, diruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin di ambilnya di tempat sampah dimana ia bisa makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Dipojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang bisa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubug tua itu bila malam telah menjelang.

Bang Fai sendiri di digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apa ia memiliki sanak saudara sedarah. Tapi tampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong. Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.

Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkan kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.

Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia beristirahat setelah mengantar seorang pelangganya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia 6 tahun yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan menggendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasya . dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar diwajahnya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang di berikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu bergumam, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.

Beberapa kali ia perhatikan aak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong rot kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukan roti itu ke mulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.

Hati Bang Fai tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makananya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan utuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.

“Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya....,” Jawab anak itu.

“Orang tuamu dimana....?” Tanya Bang Fai.

“Saya tidak tahu...., Ayah ibu saya pemulung....Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil....,” Sahut anak itu.

Bang Fai minta anak itu mengantarnya melihat  ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bang Fai semakin merintih melihat kedua adik Wang Ming, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Keduan anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.

Bang Fai tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus oranglain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.
Bang Fai kemudian membawa ketiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bang Fai mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.

Sejak saat itulah Bang Fai menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam dengan semangat untuk mendapatkan uang, dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan membeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.

Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan ditepat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Hmmm.... tapi masih cukup bagus.... gumamnya senang.

Bang Fai mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.

“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini....,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk oranglain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.

Hari demi hari, bualn demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bang Fai menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada Yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu ktak dan menyerahkannya ke sekolah Yao Hua.

Bang Fai mengatakan “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan....,” katanya dengan sendu.

Semua guru di sekolah itu menangis....

Bang Fai wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 (kurs 1300, setara 455 juta rupiah, jika tidak salah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.

Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan “Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luarbiasa”.

Bila SESEORANG yang miskin menyumbang dari kekurangannya, maka ia adalah salah satu yang mengajarkan kita untuk selalu BERSYUKUR dan BERBAGI kepada sesama.

Terimakasih J

Selasa, 07 Juni 2016

FACT STORY

Hi guys semenjak uts aku sudah mulai jarang ngepost lagi nih, mungkin kalian para pengunjungku sudah rindu bergalau ria membaca cerita-cerita yang aku tulis :) 
Langsung aja ya check it out....



Mungkin mudah untuk kalian melihat hidupku dari kaca mata kalian, semua yang ku inginkan selalu terpenuhi apapun itu. Ya mungkin itulah yang selalu aku perlihatkan kepada orang-orang diluar sana, indahnya hidupku, bahagianya menjadi diriku. Tak ada yang mengerti aku selama ini semuanya hanya melihat bahagiaku, melihat aku kuat tanpa tahu betapa rapuhnya aku. Bertahun-tahun ku menahan ini. Membiarkan rasa benci ini tumbuh besar kepada kedua orang tuaku yang ku anggap telah menghancurkan hidupku, membiarkanku dalam kesepian yang teramat sakit ku rasakan, disaat teman – teman seusiaku merasakan indahnya jalan – jalan dengan kedua orang tuanya, aku hanya bisa menatapnya dari jauh dan berharap suatu saat itu akan terjadi padaku.

Dari kecil aku telah merasa jauh dari kedua orang tuaku, ku merasa hidup sendirian didunia ini melakukan apapun yang aku suka tanpa pernah takut mengecewakan siapapun, tak pernah perduli akan malunya orang tua jika yang ku lakukan mendapat cemoohan orang. Yaa, kupikir merekapun tak pernah memikirkan aku, tak pernah sekalipun mereka menanyakan berapa nilaiku hari ini, apa yang terjadi pada hidupku hari ini, adakah hal bahagia yang aku dapatkan, mereka hanya perduli hidup mereka.
Ayah yang entah kemana, Ibu dengan suami barunya, mungkin memang mudah disaat mereka berpisah karena saat itu tak sedikitpun aku mengerti akan indahnya kasih sayang, saat itu yang ku pikirkan hanyalah menangis untuk mendapatkan susu, meminta dot pada Ibu, hanya itu yang ku mengerti. Namun saat ini usiaku mau menginjak 19 tahun bagaimana mungkin aku tak mengerti indahnya kasih sayang yang tak pernah aku rasakan sejak usiaku 3 tahun, disaat Ayah dengan teganya pergi tanpa memperdulikan bagaimana caraku menjadi dewasa.

  v IBU

Mah aku sadar kau adalah wanita yang tegar hingga aku sangat mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri. Kau berusaha agar aku mendapatkan cukup kasih sayang hingga aku tumbuh menjadi anak yang pintar dan selalu mendapat peringkat dikelasku, aku sadar beratnya perjuanganmu membesarkan sodara-sodara tiriku meski kau tak pernah perdulikan aku tapi aku selalu mengerti dan yakin mungkin didalam hati kecilmu, kau juga ingin sekali membahagiakanku.

  v PRIA BRENGSEK

Awalnya sikapnya memang baik padaku, Dia membuatku merasakan Indahnya kasih sayang seorang Ayah. Namun itu hanya 3 tahun pertama, Dia sering mengajakku jalan – jalan layaknya seorang anak dengan ayahnya, Namun semuanya tidak berakhir manis saat aku mendengarnya menjelek – jelekkanku dihadapan Ibuku dan Ibu memarahiku. Aku tak pernah tahu apa salahku tapi Ibu memarahiku, sejak saat itu aku mulai membenci Ibuku. Aku mulai membenci Lelaki brengsek yang telah berani mengambil kasih sayang Ibu padaku. Aku membencinya, sangat membencinya, ingin aku lenyapkan dia dari dunia ini agar aku tak lagi melihatnya. Aku ingat sekali saat dia mulai membeda-bedakan aku dengan sodara-sodara tiriku, itu adalah kejadian yang akan aku ingat selamanya.

  v AYAH

Bagiku Ayah adalah orang yang paling berjasa menghancurkan hidupku. Yaa dia dengan teganya pergi saat aku baru bisa mengucapkan kata ayah. Aku ingat saat itu aku sangat sangat mengingatnya saat ayah pergi. Aku tak mengerti kenapa aku mengingatnya. Tanpa memberiku pelukan ayah pergi dan tak pernah kembali lagi. Aku tak pernah mengerti kenapa ayah pergi, apa dia tak pernah menyayangiku sehingga dengan mudahnya dia meninggalkanku dan Ibu. Ayah, kuharap nanti kamu mengerti betapa sakitnya aku terlahir sebagai anakmu. Sebagai anak yang mungkin tak pernah kamu inginkan hingga kamu dengan teganya meninggalkanku.
Ayah, dimana kamu saat aku mendapat peringkat terbaik dan berharap kamu dtang untuk mengucapkan selamat dan memberiku hadiah. Aku ingin saat aku dimarahi Ibu aku bisa lari dan meminta perlindunganmu.. Namun dimana kamu saat itu ????????????? Saat semua teman – temanku dengan bangganya menceritakan tentang hebatnya Ayah mereka, aku bingung ayah hal apa yang harus aku ceritakan pada mereka karena aku tak pernah mengenal sosokmu secara sempurna. Dimataku kamu bukan seorang lelaki hebat , kamu penuh kegagalan namun kamu berhasil menghancurkan anakmu sendiri.

  v DIA

Yaa, inilah aku inilah hidupku yang kalian pikir penuh kebahagian tapi hidupku tak seperti yang kalian lihat. Hidupku yang penuh kesedihan. Namun ada sedikit kebahagian ketika bersamanya. Hanya itu kebahagianku. Hanya saat itu ku melupakan semuanya. Saat dia menggenggam erat tanganku. Aku ingin dipeluknya sebagai tanda bahwa dia peduli akan penderitaan yang aku rasakan, Mungkin dia peduli mungkin juga tidak sama sekali. Tuhan aku butuh dia jangan biarkan dia pergi dariku. Aku sayang dia sama seperti ku menyayangi diriku sendiri.

 Thanks for reading :)  

KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL





A.     KEBIJAKSAAN MONETER

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement" kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

Kebijakan Moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang beredar. Kondisi lebih baik adalah meningkatnya outputkeseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol).Melalui kebijakan moneter jika yang dilakukan pemerintah adalah menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan ekspansif (monetary expansive). Sebaliknya jika jumlah uang beredar dikurangi, pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive) atau kebijakan uang ketat (tight money policy).

Dilihat dari upaya yang ditempuh, kebijakan moneter ini dapat dikelompokkan menjadi dua jenis kebijakan moneter, yakni :

1.  Kebijaksanaan Moneter Kuantitatif

Sesuai namanya jenis kebijaksanaan moneter ini dengan mengatur uang beredar dan tingkat suku bungan dari segi kuantitasnya. Kebijaksaan ini umumnya dijalankan dengan tiga cara :
Pertama, Operasi Pasar Terbuka (open market operasion) adalah pemerintah mengendalian jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah (government securities). Dengan harapan uang yang beredar akan menjadi lebih banyak /menjadi lebih sedikit sesuai yang diperlukan dalam kegiatan perekonomian Indonesia.
Kedua, Tingkat bunga diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Dalam kondisi tetentu, bank-bank mengalami kekurangan uang, sehingga mereka harus meminjam kepada bank sentral. Bila pemerintah ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman (tingkat diskono). Dengan tingkat bunga pinjaman yang lebih murah, maka keinginan bank-bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi besar, sehingga jumlah uang beredar bertambah, dan begitu juga sebaliknya.
Ketiga, Penetapan rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang beredar, jika rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya.

2.  Kebijakan Moneter Kualitatif

Sedangakan kebijaksanaan moneter kualitatif adalah dengan mengatur dan menghimbau pihak bank umum/lembaga keuangan lainnya, baik menejemennya maupun produk yang ditawarkan kepada masyarakat guna mendukung kebijaksanaan moneter kuantitatif yang sedang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Disamping itu kebijaksanaan ini juga bertujuan untuk lebih mengawasi kegiatan perbankan dan lembaga keuanganlainnya agar tidak sampai merugikan masyaakat, bank umum itu sendiri sampai dengan perekonomian secara umum.


B. KEBIJAKSANAAN FISKAL

Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelola/mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Jika dalam kebijakan moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar, maka dalam kebijakan fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan dan pengeluaran.

Menurut Nanga (2005) Jenis kebijakan fiskal dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu sebagai berikut:

1.  Kebijakan fiskal Aktif (discretionary fiscal policy)

Adalah kebijakan di mana pemerintah melakukan perubahan tingkat pajak atau program-program pengeluarannya. Hal in i dapat bersifat ekspansif ataupun kontraktif. Kebijakan fiskal ekspansif adalah kebijakan fiskal yang dilakukan melalui peningkatan pengeluaran pemerintah (G) da n/atau penurunan penerimaan pajak (T), yang bertujuan untuk meningkatkan permintaan aggregat di dalam perekonomian. Kebijakan fiskal yang kontraktif adalah kebijakan fiskal yang dilakukan melalui pengurangan pengeluaran pemerintah (G) dan/ atau peningkatan penerimaan pajak (T) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat permintaan aggregat di dalam perekonomian (Nanga, 2005).

2.  Kebijakan Fiskal Pasif (nondiscretionary fiscal policy)

Kebijakan Fiskal Pasif ini dapat juga disebut sebagai penstabil otomatis yaitu segala sesuatu yang menurunkan  marginal propencity to spend dari pendapatan nasional, sehingga dapat mengurangi besarnya pengganda (Nanga,  2005).



Kebijakan fiskal dapat dibedakan dari beberapa segi, yaitu:
Pertama, jika dilihat dari segi cara pembayarannya sistem pembayaran pajak dibagi dalam istilah pajak langsung dan pajak tidak langsung.

1. Pajak Langsung adalah pajak yang dibayar sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain serta dikenakan secara berulang-ulang secara periodic berdasarkan SKP (Surat Ketetapan Pajak) atau kohir. Contoh-contoh pajak langsung adalah sebagai berikut :
     ·        Pajak penghasilan (PPh) 
     ·        Pajak kekayaan (PBB dan lain-lain) 
     ·        Pajak perseroan 
     ·        Pajak atas bunga, dividen, dan royalty 

2. Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembayarannya bisa dilimpahkan pihak lain. Contoh pajak tidak langsung adalah sebagai berikut :
     ·        Pajak penjualan 
     ·        Pajak pertambahan nilai 
     ·        Bea materai 
     ·        Bea lelang

Kedua, jika dilihat dari besar-kecilnya pajak yang harus dikeluarkan oleh wajib pajak, pajak dapat dibagi dalam :
1.  Pajak Regresif ; Pajak yang besar-lecilnya yang bagsu harus dibayarkan, ditetapkan berbanding terbalik dengan besarnya pandapatan wajib pajak.
2.  Pajak Sebanding ; Pakak yang besar kecilnya sama untuk berbagai tingkat pendapatan, umumnya untuk tiap jenis komoditi dengan kaarakteristik yang sama.
3.  Pajak Progresig ; Pajak yang besar-kecilnya akan ditetapkan searah dengan besarnya pendapatan wajib pajak, semakin tinggi pendapatan semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan begitu juga sebaliknya.

Ketiga, jika dilihat dari sisi tujuan ditetapkannya, maka ada beberapa tujuan daria adanya kebijaksanaan perpajakan ini, yakni :
1.  Pajak adalah sebagai salah satu sumber penerimaan pemerintah yang cukup potensial. Dengan semakin baik kesejahteraan masyarakat Indonesia, maka semakin besar pula nilai pajak yang didapat negara.
2.  Pajak adalah sebagai alat pengendali tingkat pengeluaran masyarakat, dapat membantu pemerintah dalam hal menekan pengeluaran, terutama jika kondisi perekonomian sedemikian cepatnya sehingga dapat memicu inflasi yang tidak terkendali.
3.  Pajak adalah salah satu alat yang dapat digunakan sebagai alat untuk lebih meratakan distribusi pendapatan dan kekayaan masyarakat.

Sumber :

buku Perekonomian Indonesia diktat gunadarma,  BAB VII


Kamis, 05 Mei 2016

LDR

Hanya karena saling percaya yang bisa mempertahankan hubungannya

Hanya sebagian orang yang sanggup menjalankannya

Hanya orang hebat yang sanggup bertahan

Aku disini

Dan Kamu....

Jauh disana

Kita dipisahkan oleh jarak

Tapi kita disatukan dalam hati

Kita bisa saling suka walaupun tak pernah bertemu

Walaupun kita tidak seperti mereka yang bisa bertemu kapan saja

Tapi kita bikin mereka salut dengan kita yang bisa lebih bahagia dari mereka

Walau kita hanya bercanda lewat telpon setidaknya aku bahagia bisa mendengar suaramu

Jangan biarkan orang disekitar mu mengganggu hubugan kita

Karena aku cemburu dengan orang disekitar mu yang bisa dekat langsung dengan kamu
Tapi aku percaya bahwa kamu ga akan kecewakan kepercayaan yang aku kasih J
Hanya lewat doa, ku berdoa semoga suatu saat kita bisa saling bertemu
Melepas rindu yang sudah lama terpendam
Tunggu waktu itu terjadi ya
Walau entah kapan :’)
Tetap setia sama hubungan kita ya
Jangan ada rasa bosen
Ingat janji yang kita buat
Terimakasih buat kamu yang membuat hariku lebih berwarna
Yang buat aku tersenyum sendiri liat balesan chat dari kamu
Maafin aku yah kadang sifat ku berubah ubah
Kadang suka bikin kamu marah
Suka bikin kamu jadi curiga
Bikin kamu kesel
Tapi percayalah hatiku sudah tertutup
Hanya untuk kamu seorang
Walaupun kamu suka bikin aku sedih
Tapi hanya kamu yang terbaik
Jarak boleh jauh tapi hati dan doa selalu dekat

Meskipun aku jarang pulang, tapi ketahuilah, perasaan rindu ini selalu tahu kemana ia harus pulang.





Minggu, 24 April 2016

RENDANG SPECIAL DARI ORANG SPECIAL

Assalamualaikum guys, dalam tulisan kali ini saya mau ngasih tau nih masakan yang paling saya favoritkan dari seseorang yang sangat special walaupun bukan ibu kandung tapi udah saya anggap lebih dari ibu kandung. Sebelumnya saya mau menceritakan terlebih dahulu sosok perempuan itu. Dia adalah seorang nene hebat, perempuan yang sangat kuat tangguh pekerja keras yang tidak pernah letih untuk membuat anak-anaknya menjadi anak yang hebat. Dia tidak pernah menggubris omongan yang menyakiti hatinya, yang ada didalam pikirannya hanya ingin melihat anak-anaknya menjadi anak yang hebat. Dia tak pernah peduli berapa ratus ribu keringat yang bercucuran asalkan dia bisa membuat anak-anaknya sekolah sampe jenjang tertinggi, termasuk saya. J

Ne, barangkali aku sedang rindu, aku ingat sekali dulu ketika masih belajar bernyanyi balonku ada lima atau lagu seusiaku. Nene juga sering sekali menyuapiku makan dengan sayur daun katuk atau daun kelor karena aku memang susah makan sayur, tidak lupa juga sambal sama ceker asam manisnya. 
Ketika jumat lalu, kebetulan dia sedang berada disini (Depok) dia bertanya kepadaku, malam hari sepulangku dari kampus “Na, enjing bade emam sareng naon”? Padahal waktu itu aku masih berada di dalam selimut, namun pertanyaan itu selalu membuatku berimajinasi tentang masakan-masakannya yang selalu membuatku merasa bersyukur mempunyai perempuan sepertiMu. Aku menjawab “Rendang Ne, Cabe na seueur nyaa”, aku pun tertidur kembali sampai Nene dan Kakakku membangunkanku untuk segera sarapan. Dan ini adalah masakannya.



Menu sederhana itu hanya salah satu dari makanan favorit yang dibuat olehNya, selebihnya banyak, ada Tumis Cumi, Ceker Asam Manis, Sop Iga, Sambal Goreng dan Pete, masih banyak lagi.

Saya jadi ingat sebuah iklan penyedap makanan yang menampilkan kisah anak perempuan yang rindu masakan ibunya. Masakan-masakan yang ditampilkan kebanyakan “biasa saja”, tipikal makanan rumah. Semua punya pesan yang sama, yaitu ketika mencicipi makanan tertentu (yang sudah dibumbui penyedap rasa itu tentunya), maka mereka akan teringat ibu dan rumah mereka.

Iklan ini, meskipun terasa panjang, cukup berhasil. Meskipun begitu, menurut saya, ada pesan lain yang tak tersampaikan di situ.

Makanan apapun yang dibuat oleh ibu kita, pasti terasa enak.

Saya percaya, ada banyak sense of determination dari ibu yang memasakkan makanan untuk anaknya, sesimpel apapun itu.
Saya percaya, ada rasa menghormati ibu ketika kita mulai menikmati masakan ibu, terlebih di depannya.
Saya percaya, tidak ada ibu yang tidak bisa memasak. Sense of urgency often beats the most impossible thing.
Terlebih lagi, apapun yang disajikan dengan hati, meskipun sesederhana mungkin, rasanya pasti akan terserap dengan baik. 


Minggu lalu kita bertemu Ne, aku mengantarkan dia kerumah anaknya yang satu lagi masih daerah Depok, kita singgah di sebuah tempat donat madu untuk membelinya dan beberapa potong donat aku kasih untuk menyicipinya. Namun, Aku sedih, melihat uban dirambutmu semakin bertambah banyak walaupun tertutup kerudung namun ada beberapa helai rambut keluar, kakimu juga lebih sering pegal dan sakit, menandakan engkau semakin berkurang usia. Maaf untuk waktu-waktu yang jarang kuluangkan untukmu Ne. Dibalik ubanmu yang bertambah banyak, aku sama sekali tak pernah menemukan sedikitpun engkau mengeluhkan tentang apa yang saat ini engkau perjuangkan. Disanalah aku belajar, untuk tidak pernah mengeluh, meskipun nyatanya saat ini masih sering kudapati diriku mengeluh. 

Ne meskipun saat ini aku jarang pulang, tapi ketahuilah, perasaan rindu ini selalu tahu kemana ia harus pulang. 

Jasamu tak terhitung, bahkan tak mampu ku balas, biarlah kami sekeluarga mendoakanmu selalu, agar kita saling bersyukur satu sama lain. Dan ingatlah ada kami, anak-anakmu yang berjuang bersama-sama denganmu, menyayangimu dengan sederhana setiap harinya mendoakanmu tanpa mengenal waktu. Aku tidak percaya surga itu ditelapak kakimu. Aku lebih meyakini bahwa surga itu adalah engkau.

Dari aku yang mencintaimu.



Selasa, 19 April 2016

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN)




I.          PENGERTIAN INFLASI, DEFLASI, DEPRESIASI DAN APRESIASI

A. Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga- harga secara umum dan terus- menerus berkaitan mekanisme pasar

B. Deflasi



Lawan dari inflasi adalah deflasi. Deflasi adalah keadaan perekonomian yang menunjukan turunnya harga barang-barang secara umum dan terus-menerus. Deflasi juga mengakibatkan para pengusaha sulit mengadakan Investasi (penanaman modal) yang berbentuk pendirian perusahaan, dan lain-lain karena sulit mendapatkan uang.

C. Depresiasi


Depresiasi adalah penurunan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing.

D. Apresiasi


Apresiasi adalah kenaikan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing yang terjadi karena kekuatan tarik-menarik antara permintaan dan penawaran mata uang di pasar valuta asing.


II.               PENGERTIAN APBN DAN GAMBARAN SECARA GARIS BESAR POS POS YANG ADA DALAM APBN DI INDONESIA





A.               PENGERTIAN APBN

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). APBN, perubahan APBN, dan pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.

B.               GAMBARAN SECARA GARIS BESAR POS-POS YANG ADA DALAM APBN DI INDONESIA

Dari segi perencanaan pembangunan di Indonesia, APBN merupakan konsep perencanaan pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena itulah APBN selalu disusun setiap tahun. Seperti namanya, maka secara garis besar APBN terdiri dari pos-pos seperti dibawah ini :

a.  Dari Sisi Penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan penerimaan pembangunan
b.  Dari Sisi Pengeluaran, terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan

APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan dengan memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis. Berimbang dalam arti pemerintah berusaha bahwa pengeluaran pemerintah akan selalu diusahakan dengan penerimaannya. Sedangkan dinamis diartikan bahwa akan selalu diusahakan adanya peningkatan yang terus menerus terhadap penerimaan negara dengan peningkatan kegiatan pembangunan di Indonesia. Hal tersebut perlu diperhatikan mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih anatara penerimaan dalam negeri dengan penerimaan rutin, belum sepenuhnya menutupi kebutuhan biaya pembangunan di Indonesia.

a.  Perkiraan Penerimaan Negara

v   Penerimaan Dalam negeri

Pertama, penerimaan dalam negeri untuk tahun-tahun setelah masa pemerintahan  Orde baru masih cukup mengantungkan pada penerimaan dari ekspor minyak bumi dan gas alam. Namun dengan mulai tidak menetunya harga minyak dunis, maka mulai disadari bahwa ketergantungan penerimaan dari sector migas perlu dikurangi. Untuk keperluan itu, maka pemerintah menempuh beberapa kebijaksaan diantaranya :
Deregulasi bidang Perbankan (1 Juni 1983), yakni dengan mengurangi peran bank sentral, serta lebih member hak kepada bank pemerintah maupun swasta untuk menentukan suku bunga deposito dan pinjaman sendiri. Dampak dari deregulasi ini adalah meningkatnya tabungan masyarakat.
Deregulasi bidang perpajakan (UU baru,1 Januari 1984), untuk memperbaiki penerimaan negara.
Kebijakan lain yang selanjutnya dapat menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan mantap.

v   Penerimaan Pembangunan

Meskipun telah ditempuh berbagai upaya untuk meningkatkan tabungan pemerintah, namun karena laju pembangunan yang demikian cepat, maka dana tersebut masih perlu dilengkapi dengan dana penunjang dengan dana yang berasal dari luar negeri. Meskipun untuk selanjutnya bantuan luar negeri  (hutang bagi Indonesia) tersebut makin meningkat jumlahnya, namun selalu diupayakan suatu mekanisme pemanfaatan dengan prioritas sector yang lebih produktiif. Dengan demikiab bantuan luar negeri tersebut dapat dikelola dengan baik (terutama dalam hal pengembalian cicilan pokok dan bunganya) .

b.  Perkiraan Pengeluaran Negara

v   Pengeluaran Rutin Negara

Pengeluaran rutin negara adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu ada dan telah terencana sebelumnya secara rutin diantaranya :
1)  Pengeluaran untuk belanja pegawai
2)  Pengeluaran untuk beelanja barang
3)  Pengeluaran untuk subsidi daerah otonom
4)  Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang
5)  Pengeluaran lain-lain.

v   Pengeluaran Pembangunan

Secara garis besar, yang termasuk dalam pengeluaran pembangunan diantaranya adalah :
1)  Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen/lembaga negara, diantaranya untuk membiayai proyek-proyek pembangunan sektoral yang menjadi tanggung jawab masing-masing departemen/lembaga negara bersangkutan.
2)  Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah (Dati I & II).
3)  Pengeluaran pembangunan lainnya.


 III.          TRILOGI PEMBANGUNAN 


Trilogi Pembangunan  adalah wacana pembangunan nasional yang dicanangkan oleh pemerintahan orde baru di Indonesia sebagai landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara.
Trilogi pembangunan terdiri dari:
1)  Stabilitas Nasional yang dinamis
2)  Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, dan
3)  Pemerataan Pembangunan dan hasil-hasilnya.


Sumber:

Buku Perekonomian Indonesia Diktat Gunadarma,  BAB V